karena anaknya cuek, sempat beberapa kali teman-teman saya menganggap saya sombong sekali. sok selera tinggi. misalnya pernah satu kali teman saya nanya sambil menyodorkan selembar foto,
"Gimana, An? Cantik gak perempuan ini?" "Lumayan," kata saya.
nah, teman saya itu langsung bilang saya edan. sudah jelas cantik kok dibilang lumayan. dalam hati sih saya jawab, lho sudah tahu cantik kok masih nanya. nanya ke saya, lagi. sudah tau saya pasti akan selalu menjawab "Lumayan" kalo disuruh menilai perempuan cantik atau tidak. :p
makanya saya jarang memuji seorang perempuan, "Kamu cantik.". itu kalimat yang patut dilestarikan keberadaannya dalam kosakata sehari-hari saya saking jarangnya saya sebut. :)
begitu juga waktu pertama (dan sekali-kalinya) bertemu perempuan ini. saya kira, ah, paling hanya perempuan (cantik) biasa. saya pun hanya salaman saja, kasih senyum tanpa sebut nama. sebab saya lebih berkepentingan sama road manajernya. meski, ternyata ia tak setinggi yang saya pikir. dan juga, tangannya halus. hi hi hi hi.
anaknya supel. tapi mungkin saya tak begitu memperhatikan. sebab gayanya pun simple-simple saja seperti kata Vetty Vera, penyanyi dangdut. eh, itu sih sedang-sedang saja ya. hehe.
begitu juga ketika rekan kerja saya beramai-ramai hendak foto bersama. saya malah jalan-jalan. barangkali untuk ukuran LO, saya juga termasuk sombong. jarang mau foto sama artis. :p
lama sejak itu, saya baru tahu banyak tentangnya. dari twitter salah satunya. jika bagi sebagian orang twitter adalah sarana untuk jaim, cari perhatian dan menjilat, bagi dia jadi sarana untuk jadi apa adanya. jadilah saya tau juga kekurangannya, seperti, kalo tidur suka gak sadar mangap. :D
justru ketika hal-hal biasa dan bahkan agak kurang itu tersibak, saya jadi melihatnya cantik. aneh ya. kalo kata teman saya, imperfect beauty. justru saat kita melihat seseorang dalam keadaan yang tidak berusaha sempurna, disitu malah kerasa cantiknya. cantik apa adanya.
bukan cuma itu.
rupanya ia tidak cuma berurusan dengan menjadi cantik dan tampil glamor. ia juga santai saat harus berkotor-kotor dengan urusan sosial. dan seperti sangat menikmatinya. suatu kali ia tampil di tv dengan rekan kerja sosialnya. saya melihatnya berada dalam situasi anomali fisika pada kecantikan (anomali fisika = kegagalan simetris pada aksi klasik sebuah teori). bagaimana tidak, dandanannya itu sangat darurat.
make upnya seperti kejar tayang dan sepertinya di make up mendadak di tempat (lokasinya semacam gudang). dan blazer kedodoran itu barangkali untuk menutupi kesederhanaan pakaian sehari-harinya yang tidak macam-macam.
geli, sekaligus salut. bahkan upaya standar estetika mendeklarasikan diri dapat ia gagalkan dengan sempurna. tanpa menolak usaha dewan standarisasinya sama sekali.
buset, rumit juga teori saya terhadap perempuan ini. haha.
tapi teman, begitu dia tampil penuh untuk menjadi cantik, tidak seperti sebelumnya. kali ini saya melihatnya bak seorang putri. ada argumentasi lain yang memperlkuat auranya dan membuat saya harus memujinya, kalau dia cantik. sebab saya tahu ketaksempurnaannya. saya tahu ia bukan cuma bisa glamor, terlebih ketika ia berurusan dengan anak-anak kampung.
dan yang paling penting, sekarang saya tahu. bagaimana perempuan cantik itu buat saya. saya kini tak cuma bisa bilang "Lumayan". sebab saya sudah punya pegangan bagaimana perempuan cantik versi saya. perempuan yang bukan sekedar cantik fisik, tetapi perempuan yang bisa meminta hati saya untuk jatuh karena perilakunya. dan juga ketaksempurnaannya. dan ia tetaplah lebih cantik dengan itu.
bagaimanapun, ia sudah menjadi inspirasi dan membuat saya menemukan ide saya tentang perempuan yang cantik. :)
 | anzarra wrote on Oct 26, '09, edited on Oct 26, '09 oh ya, lucu juga menyimak dirinya yg agak bule itu ternyata cukup lancar berbahasa sunda. menyentuh hati sekali :D |
 | Makasih ya.. Aku jadi malu dipuji-puji in public gini. *blushing* |
 | agak bule? bisa basa sunda? hmm.. |
 | ah anz. kamu sagittarius sekali.. sudah lah. stylemu sudah plek-plekan. langkahmu pun terprediksi.. hihihihihi... |
 | kadang suka lucu kalo temennya sok pake bahasa asiing trus dia jawab pake bahasa sunda. bangga budaya nasional banget. hehe. (cinta). ini dia kalo lagi sosial. tau deh pasti. :p  |
 | anzarra wrote on Oct 27, '09, edited on Oct 27, '09 itu cathy bukan sih?  iya, gi :) gimana kalo menurut hagi? :) |
 | sampe sekarang, cathy masih belum mau menjalin hubungan serius lagi anz.. dia sering bolak-balik ke bandung karena punya butik di sana. namanya kiff.
well, dia baik kok.. cocok lah, buat kamu.. :) |
| |